Text Size

Peran Asosiasi Profesi Administrasi Publik dalam Meningkatkan Kinerja Sektor Publik

Oleh:

Septiana Dwiputrianti, SE, M. Com, Ph.D.

Email: Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya

Pendahuluan

Peranan pemimpin di sektor publik saat ini semakin kompleks. Hal ini disebabkan karena mereka dituntut untuk dapat berkiprah dengan kondisi lingkungan dengan permasalahan yang multi dimensi, Keseimbangan tantangan ke depan di berbagai aspek seperti masalah politik, manajerial, teknis dan kepemimpinan semakin besar di era reformasi saat ini. Strategi yang efektif untuk mereformasi sektor publik dibutuhkan persiapan dan dukungan para pemimpin di semua tingkatan untuk berperan dalam kancah perubahan yang transformatif ini.

Menurut Michael Brintnall (2007), executive director American Political Science Association yang berlokasi di Washington D.C., salah satu sumber yang penting untuk membangun reformasi sektor publik ini adalah asosiasi profesional administrasi dan kebijakan publik yang independen. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan organisasi profesi memiliki lingkungan yang lebih menekankan pada kemandirian dan akuntabilitas, dimana semua pejabat publik, akademisi dan praktisi lainnya, dapat saling berinteraksi dan bertukar pendapat atau informasi, serta pengetahuan secara terbuka dan transparan. Bahkan agenda reformasi sektor publik juga menjadi hal yang difokuskan. Brintnall (2007) menekankan bagaimana asosiasi profesi menjadi institusi yang penting secara sosial maupun politik yang dapat menjadi wadah untuk merespon kebutuhan para pejabat, akademisi, peneliti serta masyarakat terhadap administrasi publik yang dilaksanakan di engara tersebut.

Dalam konteks Indonesia, fungsi dan peranan dari asosiasi profesi administrasi publik ini sering diabaikan dan kurang diapresiasi, karena kurang memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kode etik dan perkembangan ilmu administrasi baik publik dan bisnis. Berbeda dengan asosiasi profesi lainnya, seperti: yang dimiliki oleh para ekonom, melalui Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI); asosiasi para insinyur, dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII); serta para dokter, dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI); dan banyak asosiasi profesi lainnya yang mempunyai posisi dan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan profesionalisme profesinya serta cukup berpengaruh dalam membuat suatu perubahan yang mengarah pada etika profesi dan perbaikan keilmuan dalam profesinya.


Peranan Asosiasi Profesi Administrasi Publik

Berdasarkan berbagai referensi dan sumber bacaan yang ada, dapat disampaikan beberapa cara dan peranan yang dapat dilakukan asosiasi profesi administrasi publik agar dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan profesionalisme pejabat publik, praktisi serta perkembangan ilmu administrasi dan kebijakan publik itu sendiri. Adapun peranan tersebut dapat dijelaskan dalam berbagai aspek, antara lain adalah:

1. Professional Background (Latar Belakang Profesi)

Karakteristik dari asosiasi profesi adalah adanya latar belakang profesi dan pekerjaan, baik praktisi maupun akademik, yang memiliki ketertarikan dan perhatian yang sama untuk isu atau bidang administrasi publik tanpa menekankan pada status, serta memiliki penekanan pada pendekatan berbagi pengalaman dan wawasan.

2. Independent Accountability and Assessment (Evaluasi dan Akuntabilitas yang Mandiri)

Suara dan opini yang independen dalam organisasi profesi administrasi publik dapat digunakan sebagai wadah untuk mendapatkan kembali arah moral yang diinginkan tanpa dibelenggu oleh kepentingan politik dan aturan administratif di tempat bekerja.

3. Training and Information (Pelatihan dan Informasi)

Berpartisipasi dalam program yang diselenggarakan oleh asosiasi profesi administrai publik menjadi sumber informasi untuk mendapatkan pengembangan ide dan perspektif baru dalam pengembangan kebijakan dan administrasi publik. Pembelajaran didapatkan dari kolega melalui diskusi yang terbuka dan laporan praktis yang mereka alami.

4. Climate Change (Perubahan Iklim)

Dengan berbasiskan pada otoritas yang independen, dapat menjadi faktor yang dapat mengubah praktek administrasi dan kebijakan publik untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Asosiasi memiliki otoritas dan legitimasi untuk memberikan usulan perubahan untuk perbaikan dalam upaya peningkatan pelayanan publik.

5. Response to Political and Bureaucratic Pressures (Tanggap terhadap Tekanan Politik dan Birokrasi)

Organisasi profesi dapat mendukung serta membantu pejabat publik yang memperjuangkan konsep perbaikan administrasi dan kebijakan publik. Bagaimanapun suara dan sikap bersama (collective voice and action) akan menjadi kekuatan yang besar dan lebih didengar daripada suara individu. Salah satu contohnya adalah bagaimana American Society for Public Administration (ASPA) telah menggunakan kapasitasnya untuk membujuk pemerintahnya agar meningkatkan anggaran untuk penelitian berkaitan dengan masalah administrasi dan kebijakan publik.

6. Factor for Long-Term Change (Faktor untuk Perubahan Jangka Panjang)

Asosiasi juga berperan cukup besar untuk mengembangkan kode etik dan berbagai perencanaan jangka panjang yang dapat merubah sikap dan perilaku para aparatur. Bahkan, anggota profesi juga turut memonitor pengembangan dari para administrator publik agar dapat menjaga pencitraan para administrator di sektor publik.

Penutup

Tulisan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemikiran bagi para mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi serta para pengamat bidang ilmu administrasi publik mengenai pentingnya berpartisipasi dalam pengembangan dan kegiatan organisasi profesi administrasi publik yang ada di negara kita. Adapun asosiasi profesi administrasi publik dan bisnis yang saat ini dikembangkan di tingkat pusat dan daerah, antara lain adalah Indonesian Association of Public Administration (IAPA), Ikatan Administrasi Bisnis Indonesia (IABI), serta Persadi (Persatuan Sarjana Administrasi Indonesia) yang kemudian namanya diubah menjadi Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Indonesia (ASPA-Indonesia).

Referensi

Brintnall, Michael. 2007. Providing Support for Senior Public Officials: The Role of Professional Association. 7th Global Forum on Reinventing Government Building Trust in Government, 26-29 June, New York.

Krell, Eric. 2001. The Knowledge Race. Training July, p. 40-43.

http://www.knowlegeinc.com

Login Mahasiswa

Tata Cara Membuat AKUN Mahasiswa

1. Kirim informasi via email
ke alamat:
info@stialanbandung.ac.id
mengenai :
- Nama
- NPM
- Tanggal Lahir
- Nama Depan Ibu Kandung
2. Setelah data dikirimkan,
administrator akan
membalas email Saudara
3. Setelah mendapat balasan
email dari administrator,
silakan membuat akun
melalui fasilitas yang telah
disediakan di website
STIA LAN Bandung.

PMB Online

Jumlah total Pendaftar sampai
dengan Jumat, 31 Oktober 2014
Program S1 :  69  Pendaftar
Program S2 :  32  Pendaftar
25 pendaftar baru

Pengumuman

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Kontak Kami

Link Website