Text Size

Reformasi Birokrasi: Belajar dari Negeri Tirai Bambu

Oleh:

Shinta Puspasari, S.H.

Email: Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya

Reformasi dalam birokrasi merupakan keharusan karena jika birokrasinya sudah tepat maka birokrasi bisa menjungkirkan penguasa. Birokrasi bisa mempunyai kekuasaannya sendiri. Kekuasaan yang dimaksud di sini adalah wewenang dari peraturan perundang-undangan. Dalam birokrasi terdapat dua pilar yaitu Budaya dan Aturan.

Salah satu contoh reformasi birokrasi adalah reformasi birokrasi di negara China. Kegagalan total yang melanda China pada tahun 1959, 1960, dan 1961 yang tengah melakukan revolusi kebudayaan membuat pemerintah China mereformasi sistem birokrasinya. Perubahan terjadi pada tahun 1978 setelah terjadinya konsolidasi politik di bawah Deng Xiaoping. Di bawah pemerintahannya, para pemimpin tidak boleh terlalu berkutat pada ideologi komunis, tetapi juga pada pengembangan ekonomi. Dengan terjadinya konsolidasi politik, pemerintah China bisa kembali memainkan peranannya soal perekonomian. Programnya dimulai dari reformasi sektor pertanian, dimana petani boleh memilih dan memproduksi komoditas yang akan ditanam, dan reformasi selanjutnya di sektor industri dan jasa. Selain itu juga pemerintah China membuat beberapa kebijakan-kebijakan dalam reformasi birokrasinya.

Pada tahun 1979 China memutuskan meliberalisasikan sektor keuangan dengan memanfaatkan kehadiran bank. Dana pembangunan yang sebelumnya mengandalkan alokasi anggaran pemerintah, mulai diserahkan ke lembaga perbankan, yang juga merupakan bagian dari pengenalan kepada mekanisme pasar yang relatif lebih efektif soal alokasi kredit. Selain itu pemerintah melakukan desentralisasi wewenang terhadap pemerintah lokal untuk mengembangkan perekonomian setempat, diluncurkannya hukum dengan mengizinkan swasta memiliki perusahaan, dan diluncurkannya kebijakan persaingan, untuk menarik investasi asing langsung sehingga menurunkan tarif impor, menghapus monopoli BUMN dalam ekspor dan mengakhiri sistem kurs mata uang ganda.

Pada tahun 2001 arah perekonomian dengan menggunakan model mekanisme pasar dilanjutkan dengan menjadi anggota WTO. Pada tahun 2004 ditekankan peran non-BUMN sebagai basis utama perekonomian dengan adanya peraturan baru untuk melindungi pengambilalihan aset swasta. Pada tahun 2005 sektor swasta bebas bisnis diinfrastruktur, jasa umum dan keuangan, yang sebelumnya dilarang. Selain reformasi di atas terdapat juga reformasi non-ekonomi yaitu, pendidikan dimana semua warga mendapatkan pendidikan dasar sembilan tahun dan jumlah murid yang memasuki pendidikan tinggi naik 3,5 kali pada 2003 dengan penekanan lebih kuat pada pendidikan teknik. Upah pekerja membaik karena kegiatan ekonomi makin besar. Kemudian, diluncurkan pula kebijakan tentang pengurangan pajak dan pemberantasan pungutan liar di pedesaan untuk menaikkan pendapatan.

Dari uraian tersebut, terlihat bahwa China berhasil reformasi birokrasi. Berhasilnya reformasi birokrasi di China, dengan perubahan di sektor budaya dan aturan, dapat dijadikan contoh bagi Indonesia untuk mengatasi masalah reformasi birokrasi yang selama ini belum terselesaikan dengan tuntas.

Login Mahasiswa

Tata Cara Membuat AKUN Mahasiswa

1. Kirim informasi via email
ke alamat:
info@stialanbandung.ac.id
mengenai :
- Nama
- NPM
- Tanggal Lahir
- Nama Depan Ibu Kandung
2. Setelah data dikirimkan,
administrator akan
membalas email Saudara
3. Setelah mendapat balasan
email dari administrator,
silakan membuat akun
melalui fasilitas yang telah
disediakan di website
STIA LAN Bandung.

PMB Online

Jumlah total Pendaftar sampai
dengan Sabtu, 01 November 2014
Program S1 :  69  Pendaftar
Program S2 :  32  Pendaftar
25 pendaftar baru

Pengumuman

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Kontak Kami

Link Website