
Oleh:
Nadiarani Anindita, S.Psi.
Email: Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
Pada tahap awal penggalian potensi diri, seseorang perlu menyadari bahwa setiap orang memiliki potensi diri. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki potensi diri, terutama orang sehat. Potensi diri yang dimiliki seseorang, pada dasarnya merupakan sesuatu yang unik. Artinya, tidak ada keharusan semua orang memiliki potensi atau kemampuan yang sama persis. Semuanya diberikan sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan seseorang dalam mengembangkan potensinya. Ada yang mampu mengembangkan hingga dua kali lipat dari yang ada saat ini, mungkin juga ada yang lebih. Bahkan tidak menutup kemungkinan seseorang gagal untuk mengembangkan potensi dirinya.
Jati diri seseorang sering digambarkan dengan potensi diri dan citra diri yang dimilikinya. Potensi adalah “kemampuan-kemampuan dan kualitas-kualitas yang dimiliki oleh seseorang baik yang sudah maupun yang belum teraktualisasi secara maksimal”.
Suprapti dkk ( 2001 : 3 ) membagi potensi diri sebagai berikut :
Jadi, pengembangan potensi akan sangat tergantung bagaimana seseorang mengenal kemampuannya, lalu mengembangkannya. Pengembangan potensi diri adalah tindakan mengurangi kekurangan dan memperbesar kekuatannya.
Maslow ( 1954 ) dalam bukunya yang terkenal Motivation and Personality mengatakan bahwa manusia dengan potensinya akan memenuhi kebutuhan hidup yang terdiri atas lima tahapan. Tahapan itu sebagai berikut :
a. Physiological Need
Kebutuhan fisik misalnya kebutuhan akan sandang, papan, pangan, seks, udara, air.
b. Security Need
Kebutuhan rasa aman misalnya ketenteraman, kepastian, keteraturan, keselamatan kerja , asuransi, perasaan ingin dekat dengan orang kuat.
c. Social Need
Sebagai mahluk sosial membutuhkan bantuan orang lain.
d. Esteem Need
Kebutuhan akan penghargaan atas prestasi, kekuatan, kebebasan, kepintaran seseorang. .
e. Self Actualization
Kemampuan seseorang untuk menunjukkan potensi dirinya . Tetapi tidak semua orang dapat melakukan hal ini. Orang sukses adalah orang yang mampu menunjukkan potensinya.
Maslow mengemukakan ciri-ciri orang mengaktualisasikan diri sebagai berikut :
a. Melihat hidup secara jernih apa adanya , tidak emosional
b. Mampu meramal apa yang akan terjadi dengan jitu
c. Rendah hati , sabar
d. Membaktikan dri pada tugas dengan bekerja keras
e. Kreatif , produktif , fleksibel, berani , spontan
Hambatan Pengambangan Potensi Diri
Terdapat 2 hal yang menghambat manusia dalam mengoptimalkan potensi diri yaitu karena tidak adanya kemampuan dan tidak adanya kemauan (malas). Kemampuan dapat diraih dengan adanya kemauan untuk belajar. Beberapa hambatan yang sering terjadi dalam pengembangan potensi diri adalah sebagai berikut:
John Robert dalam Suprapti ( 2001 : 41 ) memberikan beberapa hal yang dapat menghambat pengembangan diri yaitu :
Cara mengetahui potensi diri
Terdapat beberapa cara untuk mengetahui, menilai atau mengukur potensi diri. Adapun cara-caranya adalah sebagai berikut:
Membuat rancangan pengembangan potensi diri
La Rose (dalam Sugiharso) menjelaskan bahwa, pengembangan diri dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu:
Selain hal-hal tersebut diharapkan setiap pribadi selalu melaksanakan koreksi dan merenungkan hakekat diri. Dalam menentukan rancangan pengembangan potensi diri terlebih dahulu baiknya mengidentifikasi hambatan-hambatan yang ada (eksternal maupun internal) dan mengenali konsep diri.
Sebelum melaksanakan aktualisasi diri, tentunya anda perlu membuat rencana pengembangan potensi diri. Langkah-langkah yang disarankan adalah sebagai berikut:
Ciri-Ciri Orang Sukses
Kunci Perubahan
”Bila Anda ingin mengubah suatu perilaku, Anda harus merubah cara berpikir”. Mengapa? karena: Hal tersebut berarti masa depan Anda tergantung dari cara berpikir Anda saat ini. Jika Anda percaya bahwa Anda bisa menjadi sukses, maka Anda benar-benar akan menjadi orang yang sukses. jika Anda percaya bahwa akan menjadi orang yang gagal, maka Anda benar-benar akan menjadi gagal. Semoga bermanfaat.
Referensi
Maslow, Abraham. 1954. Motivation and Personality – Third Edition. New York: Addison-Wesley, 1987
Sugiharso dalam http://binham.wordpress.com/2012/04/17/hambatan-dalam-pengembangan-potensi-diri/
Suprapti, Wahyu. 2001. Bahan Ajar Pengembangan Potensi Diri. Jakarta: LAN-RI.
http://www.ideelok.com/psikologi/rancangan-pengembangan-potensi-diri
| 1. | Kirim informasi via email |
| ke alamat: | |
| info@stialanbandung.ac.id | |
| mengenai : | |
| - Nama | |
| - NPM | |
| - Tanggal Lahir | |
| - Nama Depan Ibu Kandung | |
| 2. | Setelah data dikirimkan, |
| administrator akan | |
| membalas email Saudara | |
| 3. | Setelah mendapat balasan |
| email dari administrator, | |
| silakan membuat akun | |
| melalui fasilitas yang telah | |
| disediakan di website | |
| STIA LAN Bandung. |
| Jumlah total Pendaftar sampai dengan Rabu, 22 Mei 2013 |
|
| Program S1 | : 48 Pendaftar |
| Program S2 | : 26 Pendaftar |
| 12 pendaftar baru |
|
© STIA LAN BANDUNG 2011