
Ilmu Sosial dalam Filsafat Keilmuan
(Bagian Pertama dari Dua Tulisan)
Oleh:
Hari Nugraha, S.E., M.P.M.
Email: Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar seperti yang dinyatakan dalam Wikipedia. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filsafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan.
Surajiyo (2009) menyatakan filsafat dapat ditinjau dari dua segi, yakni secara etimologi dan secara terminologi. Filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Arab dikenal dengan istilah falsafah dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah philosophy adalah berasal dari bahasa Yunani philosophia.
Kata philosophia terdiri atas kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), sehingga secara etimologi istilah filsafat berarti cinta kebijaksanaan (love of wisdom) dalam arti yang sedalam-dalamnya. Kata filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582 – 496 SM). Arti filsafat pada saat itu belum begitu jelas, kemudian pengertian filsafat diperjelas seperti yang banyak dipakai sekarang ini dan juga digunakan oleh Socrates (470 – 399 SM) dan para filsuf lainnya.
Filsafat secara terminologi adalah arti yang dikandung oleh istilah filsafat, dengan beberapa filsuf menyatakan sebagai berikut:
Dapat disimpulkan bahwa filsafat bukan mempersoalkan gejala-gejala atau fenomena, tetapi yang dicari adalah hakikat dari suatu fenomena. Hakikat adalah suatu prinsip yang menyatakan ‘sesuatu’ adalah ‘sesuatu’ itu adanya. Filsafat adalah usaha untuk mengetahui segala sesuatu.
‘Ada’ (being) merupakan implikasi dasar. Jadi segala sesuatu yang mempunyai kualitas tertentu pasti adalah ‘ada’. Filsafat mempunyai tujuan untuk membicarakan keber- ‘ada’ –an. Jadi filsafat membahas lapisan terakhir dari segala sesuatu atau membahas masalah yang paling mendasar.
Jika digambarkan dalam suatu bagan, perbedaan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan empiris dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1
Perbedaan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan
Sumber: Surajiyo (2009)
Dalam filsafat itu harus reflektif, radikal, dan integral. Reflektif disini berarti manusia menangkap objeknya secara intensional, dan sebagai hasil dari proses tersebut adalah keseluruhan nilai dan makna yang diungkapkan manusia dari objek yang dihadapinya. Radikal berasal dari kata radix yang berarti akar. Filsafat harus mencari pengetahuan sedalam-dalamnya (sampai ke akar-akarnya). Radikal disini dalam pengertian sejauh mana akal manusia mampu menemukannya, sebab filsafat tidak akan membicarakan yang jelas berada di luar jangkauan akal budi yang sehat.
Filsafat tidak membatasi objeknya seperti ilmu pengetahuan karena mencari hakikat dari setiap kejadian dan menembus hingga inti masalah dengan mencari manakah faktor fundamental yang membentuk adanya sesuatu. Sedangkan integral berarti mempunyai kecenderungan untuk memperoleh pengetahuan yang utuh sebagai sesuatu keseluruhan. Jadi filsafat ingin memandang objeknya secara utuh. (Bersambung)
| 1. | Kirim informasi via email |
| ke alamat: | |
| info@stialanbandung.ac.id | |
| mengenai : | |
| - Nama | |
| - NPM | |
| - Tanggal Lahir | |
| - Nama Depan Ibu Kandung | |
| 2. | Setelah data dikirimkan, |
| administrator akan | |
| membalas email Saudara | |
| 3. | Setelah mendapat balasan |
| email dari administrator, | |
| silakan membuat akun | |
| melalui fasilitas yang telah | |
| disediakan di website | |
| STIA LAN Bandung. |
| Jumlah total Pendaftar sampai dengan Jumat, 24 Mei 2013 |
|
| Program S1 | : 48 Pendaftar |
| Program S2 | : 26 Pendaftar |
| 13 pendaftar baru |
|
© STIA LAN BANDUNG 2011